20090716

Tips for Manager : Too much meetings!




Friends,

Pernah merasa isi waktu ada di kantor cuma meeettinnnngsss terussss?
Tiap hari dari satu meeting ke meeting yang lain? bahkan lunch aja juga dipake sambil meeting...lunch mtg bahasa sunda-nya hehe..

Lalu pernah ga, satu meeting belum selesai waktunya dah masuk ke meeting berikutnya...hhh...dan kalo dah gini yg paling repot adalah sang sekretasis, nyari waktu kosong lagi yg semua bisa emang gampang? hehe..kali gitu gerutunya ya...

Bagi yg gak kerja, tapi pasangannya atau kekasihnya kerja -- kalo kita ingin kontak atau telpon dia, kebanyakan jawabannya apa? Aduh maaf bu, bapak masih meeting...gggrrggrrh...

Pertanyaannya, kalau orang itu setiap hari meeting terus full, lalu kapan kerjanya? hehe...Atau kita dibayar untuk meeting..he..he... Pertanyaan yg sering ada dalam benak gue, dan ga pernah lewat dengan satu jawaban yang mantap dan jelas..he..he.

Yang ada, bagi bbrp orang justru kerja garap sst, malah setelah office hour hehe...Bisa jadi karena dia cenderung " a Nite person"...Kalo gue lebih cenderung " a morning person"...( yg akhir2 ini juga jadi a nite person he..he..)

Gue belajar dari salah satu executive orang asing, bagaimana dia efisieeeeeennnnn banget dalam mengelola waktunya. Orangnya simple, pinter, fokus, taktis, ga suka membuang waktu dng kegiatan yg bersifat buang waktu ( spt apa ya? ..golf..gosip he..he..) Dan meetingnya pun ga ada yg 3jam lebih...hahaha...ga kaya' gue, kalo dah meeting dan bahas sst suka going deeper...and deeper...lama2 ga selesai hihihi...

Aha!! gue tahu sekarang...jelas aja yg gue sebut exeutive tadi bukan di bidang HR!! dia dibidang Finance!! Gak-lah bukan di perusahaan gue sekarang kok..hehe.. Pokoknya effisien dan simple banget orangnya...even travel utk buss trip aja kadang dia ga bawa apa? melenggang begitu saja dengan santai....he..he..

Kalo kerjaannya di HR&O spt gue, kudu sedikit fleksible dan beradaptasi lah...kadang orang ga bisa di "cut" gitu aja...perlu ada konteks yg pas, emotional stage yg normal, sehingga pembicaraan effektif ( gak cuma efisien)

Gue mau coba ah di kantor: no more meeting more than 1,5 hour. Average meeting duration : 45 minutes ( paling pas buat gue, msh ada slot 15 menit sebelum ke next). Upayakan : 5 menit introduction, 30 menit dikusi, 10 minutes clossing & summary. hhm!! Langsung coba ah besok my first meeting at 8,30AM tomorrow!

Will report the result to yu all guys tomrow. So, hang on!!

Salam 45 minutes,
Maya

20090715

Dua Syarat Hidup Tenang




Friends,

I cant help myself not to share this inspiring and useful piece I got from Republika newspaper I read this morning. Judulnya : "Dua Syarat Hidup Tenang" oleh Yodi Indrayadi. Dan juga karena isinya bener2 menohok gue!!! he..he..dalam arti bener2 ngingetin gue yg kadang masih kaco..hehe. Waktu baca, mulai paragraf awal aja tiba2 mata gue basah.."tears"..dan gak terbendung ..sampai kata terakhir.

Walau ada cuplikan dari AlQuran, menurut gue esensi dari artikel ini bisa bermanfaat juga buat all friends terlepas dari latar belakang agamanya. Gue mulai ya...:

" Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, " Tuhan kami adalah Allah", keudian meneguhkan pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat akan tuun kepada mereka dengan mengatakan, " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih." (QS Fushshilat 41: 30)

Mungkinkah kita benar2 bisa hidup tenang, sedangkan impitan ekonomi dan beban hidup terasa begitu berat? Jawabannya, " Ya" . Kita bisa hidup tenang, tanpa perlu merasa takut dan sedih, hanya dengan menjalankan dua syarat.

Pertama, percayalah kepada Allah SWT dengan sepenuh hati.
Kedua, Istiqomah dalam kebaikan.
Demikianlah yang dijanjikan Allah SWT di dalam surat di atas.

Di dalam tafsirnya, Imam ar-Razi menjelaskan, ketenangan jiwa hanya bisa diraih dengan kebenaran hakiki dan amal saleh. Puncak kebenaran hakiki adalah mengenal Allah SWT. Sementara puncak amal saleh adalah istiqomah.

Mengenal Allah SWT berarti mengetahui dan meyakini betul segala sifat dan nama baik ( asmaul husna ) yg dimiliki-Nya. Dengan demikian seseorang tidak lagi merasa khawatir dalam menghadapi hidup ini.

Sebab, ada Allah Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang. Yang Maha Pemberi Rezeki. Yang Maha Pemurah, yang telah menjamin makanan dan keamananya. Dalam konteks ini berlaku prinsip pantulan bola, yang semakin keras bola dilemparkan, semakin keras pula bola itu memantul.

Artinya, semakin besar keyakinan dan kepercayaan kita terhadap Kemahakuasaan dan kemahamurahan Allah SWT, semakin besar pula kasih sayang dan kemurahan Allah SWT kepada kita.

Ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam hadis qudsi. " Sesungguhnya Aku tergantung sangkaan hambaKu" ( HRBukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Setelah mengenal Allah SWT yang dituntut kemduian adalah istiqomah. Imam ar-Razi menyebutkan yg dimaksud istiqomah adalah konsistensi melakukan amal saleh, baik itu di saat lapang maupun di saat sulit.

Sebab, amal saleh tidak bergantung pada situasi dan kondisi tertentu. Kapan dan dimanapun, seseorang Muslim yang berharap ridha Allah SWT pasti akan melakukan amal saleh.

Rasulullah SWT menegaskan, " Amal saleh yang paling disukai leh Allah adalah yang dilakukan terus menerus sekalipun itu sedikit," (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Nasai, dl)

Bila seorang muslim percaya kpd Allah SWT dengan sepenuh hati danistiqomah dalam kebaikan, niscaya Allah SWT akan memberikannya kehiduan tenang, berupa malaikat2 yg turun membisikkan ke dalam hatinya kalimat penyemangat, " Jangan khawatir dan bersedih hati. Sebab, akan ada keajaiban yang pasti menghampiri".

Wallahualam. Subhanallah 33x.

Salam hidup tenang,
Maya

20090714

Hidup itu Naik Turun Berputar Berbalik...



Friends,

Setiap manusia boleh jadi jalan hidupnya berbeda-beda...Layaknya seperti alam. Ada yang sama serumpun, juga ada yg berbeda. Kadang perbedaan itupun dalam kacamata kita sebagai manusia, yg bia jadi hakikinya adalah sama. Atau sebaliknya, persmaan itu hanyalah tanggapan manusia yg terbatas, yg mungkin kurang mampu melihat adanya perbedaan dibalik ciptaan Tuhan Yang Maha Teliti nan Sempurna.

Nggak. kali ini gue gak mengkaitkan atau berbicara dalam agama. Walau sesungguhnya di dunia ini tidak ada yg tidak berkaitan dengan agama, menurut gue yg bisa salah.

Semua orang bicara tentang pemimpin. Negara kita juga baru saja mendapat pemimpin baru stok lama he..he.. Lanjutkan! Lebih Cepat Lebih Baik, asal tepat! hehe...dan yg penting harus : Pro Rakyat! kkk...

Pemimpin juga manusia. Your bos juga adalah manusia. Driver kita juga manusia. Anak kita yg begitu kita cintai serasa kita ingin miliki dan dekap terus seperti boneka, juga sosok manusia. Office boy/girl yg begitu telaten dan ramah memvacum kapet, ngelap perabot di kantor gue tiap pagi adalah manusia..Orang asing yg sering dianggap lebih pintar dan bisa nyelesaikan masalah padahal banyak orang local yg juga pintar dan potensial, juga sama2 manusia.

Tapi pertanyaannya: mengapa kita kerap bersikap berbeda terhadap tiap orang?

My friends,

Gue nggak bermaksud menasehati ataupun membahas pertanyaan di atas. Teman2 tentu lebih mengetahui, silahkan menjawab sendiri. Cuma ada sedikit insight yg begitu sering gue lihat dalam fenomena kehidupan manusia...

Hidup itu memang naik turun,...dia harus naik supaya bisa turun..dan harus ada turun supaya bisa naik...dan seterusnya..

Hidup berputar seperti roda kehidupan. Sekian bulan yll kita berada tepat di atas, maka bulan kemudian bisa jadi kita sudah bergeser, bahkan bisa mulai menurun. Apakah itu jelek? Apakah itu sebuah kegagalan?

Tidak. Menurut gue bukan sebuah kegagalan. Roda tadi harus menurun, agar memberi ruang dan energi untuk siap menanjak lagi.

Hanya manusialah -- karena memang kita ada kelemahan dan keterbatasan --- yang melebel keberhasilan bisa di atas dan adalah sebuah kegagalan bila saat ini kita sedang berada di titik rendah/bawah..

Jangan terkecoh demikian anak2ku yg begitu kucinta mbak Is dan Ade..
Atas - bawah, Naik dan Turun -- semuanya adalah kacamata kita biasa sebagai manusia.
"It is how you see it that determines your future" - kata seorang pembual dari gudang peluru hehe..

"Beauty is in the eye of the beholder" -- Dan sebetulnya kita bisa leluasa untuk memilih mana persaaan yg paling membantu kita untuk menjadi orang lebih baik lagi dan lebih bermanfaat.

Tidak gampang utk selalu melihat positif, untuk selalu melihat kita lagi "di atas"padahal kita sedang "merangkak di bawah". Tapi bukan tidak mungkin, karena utk apa dari awal Allah swt menganugerahkan akal? Dan hanya "manusia" lah yg diberi akal, dibanding dng makhluk2 Tuhan yg lain.

Satu kunci, menurutku yg paling berat adalah saat proses mulai menjatuh, atau saat kita benar2 lagi puncak/in the top" Why?

Karena di dua titik itulah saat2nya kita perlu ekstra kesabaran.

Kesabaran untuk menerima dng ikhlas bahwa sedang proses menurun, dan tidak kehilangan keyakinan dan kepercayaan diri bahwa kita kuat mental dan ada yg akan menolong kita dari sisi yg tidak diduga2....

Atau saat kita benar2 sdh di puncak yaitu dperlukan kesabaran untuk tidak sombong dan takabur merasa semua orang membutuhkan dirinya, sehingga dia seperti menutup matanya sendiri merasa menjadi orang yg paling hebat diantara orang yg bodoh. Seperti kisah dongeng klasik : " Emperor has no cloth " Naudzubillah.

Gue juga masih perlu banyak belajar soal ini. Bagaimana bisa sesuatu yg sangat fundamental justru terkadang malah dilupakan, disibukkan mengejar yg asesoris...? Apa yang dicari sebetulnya?

Jawaban terhadap itupun bisa jadi keluarannya beragam. Tidak perlu kita memaksa diri untuk selalu sama satu sama lainnya. Kembali ke alam, justru hidup dan indahnya alam karena keberagaman yg malah menimbulkan keserasian yg harmonis. Seperti perempuan dan lelaki jelas beda. Ayah tercinta almarhum jelas sifat karakternya berbeda dng ibuku tersayang. Anak gue yg besar jelas ada perbedaan sifat dng adenya, kadang malah bertolak belakang. Tapi itulah yg membuat mereka tetap akrab dan kelihatan sekali saling sayang, alhamdulillah. Mungkin. Wallahualam.

Pointnya disini adalah apapun kondisi yg sedang kita alami saat ini, adalah memang ini diperlukan untuk kita bisa mendapat manfaat lebih besar lagi di kemudian hari, sejauh kita berfikir positif tidak memaksakan kehendak dan bersabar....setuju?

Wallahualam.

Semoga insight simple ini manfaat, terutama utk dua kekasih hatiku ...gue sendiri and all friends..

Salam roda kehidupan,
Maya

20090708

Tips Leaders in Global Crisis : Are you a real LEADER?



Friends,

Apa sih enaknya situasi seperti sekarang ini?

Karena krisis, hampir semua perusahaan melakukan pengketatan budget, expense, etc .. munculah inisiatif2 : cost reduction, effieciency, etc...intinya semua aspek finansial, operasional serba dibatasi bahkan Lay-offs people.. banyak approval yg dulu lancar2 sekarang tanpa sebab jelas ditolak. he..he...business trip berkurang drastis.. Alokasi dana utk promotion, training, opex, capex, etc menurun setengah dari tahun lalu...Margin, Profit, Net sales, cash flow etc dimonitor ketat pergerakannya, seperti seorang ibu yg sedang memantau di layar monitor pergerakan rangking anaknya utk bisa masuk SMA pilihan .dengan penuh harap cemas setiap jam tiap hari..

Apakah ada yg luput dari krisis yg saat ini sedang berlangung?... Hampir semua Industri terkena...Mulai dari financial institution, banking, trading, retail, bahkan industri telekomunikasi yg berkembang pesat dan salah satu andalan pemasukan negara aja bergoyang.. apalagi industri manufaktur, export ..atau pengusaha yg mengandalkan pembeli luar atau bahan baku impor...waduh sptnya dah megap2 duluan itu...even yg sdh sangat matang seperti industri oil dan gas, maupun yg mengadalkan alam spt argo..juga terkena dampak signifikan walau tdk menukik turun dibanding tahun lalu. Inlah yg namanya dunia sudah borderless -- tidak ada batas..semua terbuka ...shg negara kita ikut merasakan dampak baik dr globalisai, tapi ..nah yg negatifnya juga terkena.. Bagaimana kita menyikapinya?

Sebuah pertanyaan yg tepat. Dalam menghadapi krisis, mengajukan sebuah pertanyaan kunci akan lebih bermanfaat dari sekedar mengajukan usul briliant dan yg mengerti cuma yg bicara. **he..he.. mudah2an gue di office ga seperti yg terakhir...he..he tapi jangan2 iya..he..payah!** Pointnya disini, dengan bertanya maka kita akan mengajak orang lain untuk sama-sama berfikir, yg akhirnya jadi sama-sama mencari solusi, dan yg paling penting ujungnya sama-sama melakukan eksekusi maksimal. Sementara kalo "one man show" yg bicara dan punya usul brilliant yg ngerti jelas cuma yg bicara, maka mostlikely ntar yg njalani cuma dirinya sendiri..he..he apa enak? he..he apa dengan satu orang walau brilliant perusahaan akan mencapai tujuan? he..he..no way...he..he.. I am a great believer of collaboration and partnership...karena gue percaya bahwa dunia ini dibentuk Tuhan sedemikian kaya dan kompleks (dlm kacamata kita sebagai manausia yg lemah) hanya dapat menjadi masalah simpel utk pemanfaatan besaaaar bila kita atasi bersama, yaa.. itu melalui - antara lain-- collaboration dan partnership. Lalu...pertanyaan selanjutnya akan berbunyi: Apakah mudah melakukan collaboration dan partnership? Kenyataannya tidak mudah...banyak cerita ttg partner yg demikian dipercaya tiba2 ngemplang...berkasus...sehingga dalam kongkow2 pasti all friends serin gmendengar nasehat klasik yg menyarankan utk lebih berhati2 mencari partner, dan kalo kita tak sepenuhnya percaya sebaiknya dihindari, masih hub saudara sebaiknya juga dihindari krn ada potensi konflik etc,

Bisa aja ga masalah hal itu, namun kalo menurut gue itu semua tidak akan menjadi masalah besar dan bisa diatasi apabila kita mengetahui apa sih yg sesungguhnya kita inginkan? Sehingga dalam berkolaborasi kita bisa mengarahkan pihak lain tsb utk mulai mensupport goal utama kita, yg tentu akhirnya juga membawa keuntungan semua pihak, termasuk partner kita.

Di saat bisinis lagi booming, kita membutuhkan Leaders untuk bisa bergerak cepat memetik opportunity2 yg muncul bak jamur di musim hujan. Lalu kalo krisis? Semua opportunity tiba2 lenyap.. pelan tapi pasti seakan di telan perut bumi....Nah, saat inilah sesungguhnya keahlian seorang Leaders benar-benar diuji.. Apakah dia bisa:

- terus memotivasi people dlm organisasi utk tetap optimis di tengah bisnis yg stagnan, dan tidak kehilangan semangat juang,
- tetap menjaga kepercayaan customers walau sesekali servis kita terganggu akibat adanya masalah finansial di internal kita,
- tetap jeli melihat peluang bisnis yg ada, dalam situasi semua bisnis seakan tampak tiarap dan apabila masih jalan sebagian besar alergi utk memberikan komitmen jangka panjang.
- kreatif melihat peluang baru, yg belum jadi "portofolio" existing -- Yang biasanya menurut pengalaman CEO2 besar yg diceritakan dlm buku bisnis, a new portofolio inilah yg bisa menjadi cikal bakal generasi baru masa depan perusahaan..
-tidak kehilangan nafas dan tetap fit dalam marathon di masa2 sulit ini, dimana membutuhkan tingkat perseverance yg sangat tinggi..
-tetap menjaga teamwork dan trust dalam BOD serta Line Managers sebagai motor kunci organisasi, di tengah suasana yg ketat, stressful dan bisa terjadi saling mencari kambing hitam dan saling sikut serta provokasi, gosip, hasut pihak lain. Adalah sbg upaya pertahanan diri negatif dari kemungkinan serangan pihak lain atau dipersepsi bersalah krn khawatir di PHK.
- tetap bisa berfikir jernih dan hati yg tenang dalam mengambil keputusan sulit sekalipun. Dan konsisten dalam menjalaninya.
- tidak one man show, dan mementingkan kepentingan perusahaan di atas pribadi, dan yang terakhir:
- the right balance : between goal short term dan ada alokasi juga utk long term investment yg banyak berkaitan dng pengembangan people. Artinya, tidak aja memikirkan pencapaian target jangka pendek ( 1 -2 thn) tapi juga survival co utk masa depan. Ini gampang dibicarakan tapi tdk semua pimpinan menerapkannya in reality. Karena banyak pimpinan yg hanya memikirkan kepentingan "masa kerja-nya saja" sehingga keputusan2 yg diambil akan banyak sacrifice jk panjang utk kepentingan jk pendek, dan tidak dalam kaca mata perspektif yg lebih luas.

Why? Buat mereka yg terpenting adalah nama besarnya, glory, maksimal profit saat mereka menjabat - setelah itu bukan urusannya lagi... he..he. dan itu juga banyak terjadi sejak jaman kuda gigit besi he..he..hingga sekarang jaman edan he..he. ..banyak terlihat pemimpin bersikap positif dimasa bisnis bagus menjadi berubah 180 derajat bersikap negatif disaat bisnis lesu....he..he...Itulah manusia dng keterbatasan2nya, manusiawi, sah2 aja ..tapi lalu pertanyaannya apakah mereka real Leaders?

Di saat bisnis melonjak, semua Leaders bisa berhasil, namun di saat bisnis downturn tidak semua Leaders mampu, only a real Leader will survive!

Krisis yg kita alami sekarang, adalah a real Test for Leaders. It is a momment of truth!

Agree friends?

Semoga bisa manfaat dan jd pembelajaran buat gue terus n all friends..

Selamat menyontreng!

Salam pilih Leader yg tepat :)
Maya

20090705

Tips for Leaders: is Knowledge enough?



Friends,

Jaman sekarang yg serba modern, cepat, informatif dan terbuka, mana sih ada yg ga punya pengetahuan atau ilmu atau informasi? Semua punya, semua ada dengan bidang, kadar, kelengkapan, kedalaman berbeda-beda tentunya. Tapi boleh dikata ga ada yg terlewat dng informasi - terlepas content-nya apa ya - tapi berita yg juga sumber knowledge sudah bukan barang langka dan terbatas lagi. Terlebih dengan semakin maju dan terbukanya industri dan pelaku media ... tentu membawa dampak banyak positif, sekaligus angin ini membawa implikasi dampak negatif berupa tidak terkontrol atau belum terbentuknya kontrol sosial dalam menyaring mana informasi yg baik, akurat dan mana yang hanya spekulatif malah banyak memawa dampak negatif bagi masyarakat, misalnya media internet yg tak terkontrol ot utk anak2, cerita2 sinetron yg bisa mengcreate ilusi2 hiperbola hidup dng kemewahan melalui jalan pintas yg kurang baik bagi masyarakat yg justru perlu kerja keras dan kesederhanaan dalam menjalani kehidupan nyata.

Anyway.. kalo sudah menjadi knowledge, seharusnya relatif sudah laik dan teruji bahwa itu hal yg secara scientic relatif akurat serta dapat membantu dan berguna dalam menyelesaikan banyak masalah kehidupan dlm berbagai konteks, termasuk mencapai goal perusahaan. Pertanyaannya : Untuk seorang leader apakah memiliki knowledge saja cukup utk mencapai tujuan organisasi yg diinginkan?

Gue jadi teringat pedapat yg kurang lebih mengarah ke topik ini, dari John Wooden, kurang lebih seperti ini bunyinya:

" Knowledge alone is not enough to get desired results. You must have the more elusive ability to teach and to motivate. "

Hmm bener banget nih .....tips juga buat gue and all friends... gue pernah ngerasain beberapa interaksi selama 22 tahun kerja dng yg berbagai...dan yg paling asik dan berhasil adalah kalo bos gue sebagai leader ga cuma knowledgable tapi juga mau mengajarkan dan memberi motivasi kita utk mencapai tujuan...

Tegasnya:
" This defines a LEADER, that is :

If you can't teach and you can't motivate, then you can't lead! -

Agree?

Wallahualam. Alhamdulillah - Semoga yg simple ini bisa manfaat buat perbaikan gue dan all friends!

Salam happy learning & teaching!
Maya



20090704

from Dinner party to Nasi Pecel!



Friends,

Suatu ketika bertahun yg lalu gue pernah menghadiri undangan dinner dengan suasana gabungan semi formal dan santai.. Menyenangkan memang, dan bisa aja gue terlihat luwes dan ramah menikmati suasana yg demikian ber-class dan hanya dihadiri oleh orang terbatas dari kalangan tertentu....padahal..... apa yg sesungguhnya.... hmm dari dulu gue ga pernah suka dengan party2 dan keceriaan2 basa basi yg membuat gue mesti juga berbasa basi..he..he...

Instead, gue sebenarnya lebih nyaman dan menikmati kalo sedang di pasar tebet, biasa gue lakukan disuatu hari sabtu dini hari dengan hanya menggunakan celana sport dan sandal..biasanya setelah jogging di kompleks atau OR pagi santai..asik..masuk satu gank ke gank pasar lain...bercampur dengan hijaunya sayur, ramainya pedangang yg tarik ulur dng pembeli yaitu para ibu2 yg harga Rp5o perak aja masih ditawar he..he.. Terasa ada kenikmatan tersendiri bisa tawar menawar sampe' mepet ya..hi..hi...Sama dengan terasa nikmat bila ngelihat tukang sayur senyum senang kalo kita kasih lebih dikit..he..he..

Ga usah berbasa-basi, apa adanya...dan bebas bereksplorasi..nah itu yang paling membuat gue nyaman..kata orang sunda: " free spirit ya neng!" he..he ..

Termasuk juga " free odor" saat kita melewati gang daging dan gang ikan hidup yg masih loncat2 di bak penuh air meluber ke lantai keramik yg udah burem itu.. he..he. Kalo daging gue lebih ngerasa aman beli di supermarket, kecuali cari tetelan ya pasar lbh top deh..Yg asik kalo beli ikan..wah macem2 dari lele sampe gurame betebaran segerr.. Nah ayam juga tuh' , apalagi kalo waktu dulu anak2 masih kecil, senengnya berburu ceker yg banyak dan tulang sumsum utk kaldu asli biar anak2 doyan makan dan sehaaat wuiiiiih..asik deh!

Belum lagi menikmati berbagai penjual bebas kanan kiri pasar, dari mulai asesories rambut, sampai ayam goreng kuning, bawang goreng, kacang rebus, dan masih banyaaak lagi...hehe..

Kalo mau sarapan juga bisa..langganan gue :lontong sayur! dengan kerupuk merahnya..hehe tapi jangan harap kalo jam 8 pagi dateng bakal kebagian, dah ludes!! he..he.. ah..betapa asiiiknya...Nah belum kalo kepingin cari2 toiletries, perkakas dapur, buah2an..wah... tinggal jalan ga sampai ngitung langkah dah ketemu lagi macem2..nikmatnya pasaaar...nikmatnya nasi pecel yg khas dng berbagai sayur2an dan daun turi...nyam2...

" hi bu Maya" ..." bu Maya "..eh. sayup2.kok..ada suara bariton aksen bule manggil2 gue di pasar?.. Gue tersentak! dan sadar ternyata gue masih di tengah dinner invitation !! a friend of mine yg duduk persis dikanan gue concern dan heran kok gue diam aja ngga bereaksi apa2 padahal si pelayan dari tadi ngeluarin set menu dan ini dah yg ke 4!!..He.he.. Gue senyum malu dikit .. lalu sambil mulai ngikuti pembicaraan2 yg lain, otomatis jemari meraih garpu dan pisau dan mulai bereaksi memotong sepotong kecil lamb gilled with potato and mushroom sauce (sepertinya ), ukuran keciiilll dibanding piringnya yang sangat besaaar. Hmm enak sih..alhamdulillah. Mataku lalu melirik daftar set menu yg berdiri cantik mungil persis didepan kami dan mulailah kuberhitung masih berapa list set menu lagi..he..he..4 set menu lagi!! yg harus kulalui...dari judul2nya jelaslah semua ga tersedia di pasar tebetku hehe..he...tapi terus terang perutku sudah terasa kenyang dengan nikmatnya dng bayangan imajiner lontong pecel dng kembang turi dari pasar yg weeenakk itu! he..he..Payah!

Oh pasar tebet betapa aku kangen dengan suasanamu..dah lama ga kutengok dikau..

Morale of the story: kesopanan bisa diupayakan, dibiasaan dan sedikit dipaksakan, tapi kenyamanan tidak akan bisa dipaksakan.. he..he (baca: sekali org pasar ya org pasar, ga bisa dipaksa jd org gedongan! hehe.salah ah !!! Maksud gue: walau gue sering acara di gedongan lebih mewah, rich akan makanan dan glamor, ternyata buat gue ngaduk2 pasar lebih nyaman dan asikk...he..he.. alhamdulillah). Nah itu gue, tiap tentu orang lain bisa berbeda dan itu wajar2 dan sah2 aja, betul friends?.. Yang jelas kenyamanan hanya bisa dilihat dng hati..Wallahualam

semoga yg simple bisa manfaat,

Salam nasi pecel dari pasar,
Maya












20090703

Pendidikan Leadership throughout our Life : Its all about Kemandirian



Hi Friends,

Dalam tahapan kehidupan manusia, menurut gue pendidikan leadership bermula at a very early stage yaitu sedari anak menginjak SD/Elementary saat sekitar 6thn. Intinya mereka belajar menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri utk mencapai kemandirian.

Yg menarik di sini, di satu titik ekstreem lainnya yaitu kelak ketika nanti manusia memasuki tahap matang, sekitar 40 ke- atas, maka menurut gue, pendidikan leadership yg tepat jika diarahkan untuk JUSTRU mampu melepaskan mind-set kemandiriannya! .. di hadapan Tuhan. Dengan dmkn sebagai pemimpin seseorang mindsetnya akan meluas dan sikapnya tahan banting, sabar, kuat dan tangguh terhadap ombak dan badai kehidupan serta berbagai masalah yg beragam nan bertubi2 yg datang menghampiri di masa itu.. Dan dengan mindset bergantung pd Tuhan, InsyaAllah dia akan melihat segala sesuatu bahkan keburukan dan masalah yg terjadi pada dirinya - semua sebagai hal positif. Semua yg terjadi adalah bagian dari skenario Tuhan yg terbaik buat kita. Alhamdulillah

Semoga yg simpel ini bisa bermanfaat.

Salam mandiri,
Maya